Sabtu, 18 Januari 2014

Bahasa Indonesia Etika yang berlaku dalam penulisan ilmiah



Etika yang berlaku dalam penulisan ilmiah:
  1. Penulis dilarang mengakui tulisan ahli atau orang lain sebagai tulisan sendiri (plagiarisme),
  2. Penulis dilarang memanipulasi data,
  3. Penulis dilarang menutupi kebenaran dengan sengaja, namun bukan berarti boleh menuliskan nama sebenarnya informan tanpa kesepakatannya, dan
  4. Penulis dilarang menyulitkan pembaca
Yang perlu diperhatikan
  1. Ada aturan baku/norma/etika penulisan
  2. Yang terlibat dalam penelitian,  penulisan, publikasi ilmiah harus diberi kredit/penghargaan.
  3. Jika dilakukan berdua à penulis utama adalah yang melakukan lbh banyak dibanding kopenulis
  4. Beri penghargaan kepada narasumber, orang ahli/lembaga yang berjasa dalam penelitian, penulisan, atau publikasi ilmiah.
  5. Terakhir, mintalah pendapat, pandangan seorang penyunting agar karya ilmiah layak baca.
Perhatikan!
¨  Seorang peneliti/penulis menjelaskan sesuatu yang belum diketahui oleh orang lain à penyajian tulisan ilmiah dan bahasa yang digunakan harus memungkinkan pembaca memahami maksud penulis/peneliti.
Kode etik penulis:
  1. Menjunjung tinggi posisi terhormat yang menyajikan kebenaran, tidak menyesatkan.
  2. Tulisan tepat, singkat, dan jelas
  3. Siap diterbitkan sehingga perlu penyunting sebagai jembatan penghubung denga pembaca
  4. Penulisan sesuai format yang ditentukan
  5. Tanggap thdp usul dan saran penyuntingàrevisi
  6. Jujur kepada diri sendir dan umum
  7. Menjunjung tinggi hak, pendapat, atau temuan orang lain à tidak mengambil ide/hsl penelitian orang lain
  8. Tidak plagiat atas tulisan sendiri maupun orang lain
  9. Menyertakan sumber pengutipan
  10. Mengirimkan naskah berarti menyerahkan sepenuhnya kepada penerbit untuk menerbitkan,menyebarluaskan, & memperjualbelikan.
  11. Bertanggung jawab atas kesalahan isi terbitan & terima konsekuensi hukum jika melanggar perundang-undangan yang berlaku.
  12. Merevisi atau mempersiapkan edisi baru jika diminta penerbit
  13. Mempunyai tugas mulia: membantu penerbit mencari dana tambahan & promosi terbitan
Etika pengacuan dan pengutipan langsung:
¨  adakalanya penulis merasa perlu mengutip langsung pernyataan pengarang atau ahli lain yang dipandang relevan dengan yang diacu
¨  Untuk kata mutiara atau sajak, pencantuman nama pengarang dan judul karyanya langsung dituliskan di bagian bawah blok kutipan.



Delapan etika pengacuan dan pengutipan langsung:
  1. Dapat mengutip secara secara tidak langsung asal disebutkan sumber penulisnya
  2. Untuk membuktikan argumentasi, penulis mengutip langsung disertai sumbernya
  3. Harus menandai kutipannya
  4. Tetap mempetahankan kesalahan atau mengubah ejaan untuk mempermudah pemahaman pembaca
  5. Harus cermat dalam mengutip secara langsung dengan menyertakan halaman & tahun karya tsb.
  6. Jika kutipan tidak lebih dari lima baris disisipkan dalam paragraf dengan diapit tanda kutip/petik, Jika lebih dari lima baris maka ditulis dalam blok tersendiri.
  7. Harus mengutip semua kata termasuk interjeksi khas bahasa lisan dari narasumber dan menyertakan namanya, kec kasus peka
Jenis karya ilmiah
  1. Laporanà ditulis setelah eksperimen, survei, observasi, pembacaan, penelaahan buku, penelitian
  2. Makalahà disebut juga paper (kertas kerja), jenis karya tulis yang memerlukan studi baik langsung maupun tidak langsung. Makalah dibaca dan dibahas dalam pertemuan ilmiah: lokakarya, seminar, konferensi, konvensi, diskusi akademik, dsb.)
  3. Usulan penelitian (proposal) à bentuk rancanga kerja, misalnya: proposal proyek
  4. Skripsi
  5. Tesis
  6. disertasi
Penulisan Daftar Pustaka
  1. Nama pengarang
  2. Tahun penerbitan buku
  3. Judul buku (dimiringkan) dan makalah atau artikel (diberi tanda petik)
  4. Disertakan edisinya
  5. Kota penerbit buku
  6. Nama penerbit
  7. Jika mengutip dari media online, harus disertakan tanggal dan jam pengutipan
  8. Pengurutan nama sesuai urutan abjad
  9. Penulisan baris kedua menjorok 5-7 spasi
  10. Tidak menyertakan gelar penulis, nama penulis mulai dari nama kedua
Penulisan Daftar Pustaka
  1. Buku
Anggarani, Asih, dkk. (2006). Mengasah Keterampilan Menulis Ilmiah di Perguruan Tinggi. Edisi pertama. Yogyakarta: Graha Ilmu
  1. Majalah atau jurnal
  2. Kurniawan, Khaerudin. (2003). “Transfortasi Perguruan Tinggi Menuju Indonesia Baru,” Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Penelitian dan Pengembangan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, Maret 2003 Tahun ke-9, No. 041, hal. 159-173.











latihan
Judul Buku
Penulis
Tahun
Penerbit
Kota Penerbit
Dasar-Dasar Kependidikan
Hamdani
2011
Pustaka Setia
Bandung
Yang Penting buat Anda
Wedhawati, Gina, syamsul Arifin, Herawati, Sukardi mp.
1991
Duta Wacana University Press
Yogyakarta
Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi
Martinis Yamin
2003
Gaung Persada Press
Jakarta
Bahasa Indonesia Keilmuan untuk Perguruan tinggi
Khaerudin Kurniawan
2012
PT Refika Aditama
Bandung

Cara mengutip:
1. Jika kurang dari lima baris
     Menurut Khaerudin Kurniawan (2012: 38) judul penelitian hendaknya dibuat singkat, jelas, menunjukkan dengan tepat masalah yang akan ditelitim dan tidak memberi peluang bagi penafsiran interpretasi yang bermacam-macam.
2. Jika lebih dari lima baris à ditulis dengan satu spasi, masuk 5 spasi dan menjorok 5 spasi, dalam blok tersendiri
3. Jika mengutip dari tulisan orang lain
Jika mengutip dari tulisan orang lain
Dalam buku Khaerudin Kurniawan, tahun 2012 halaman 56, ada tulisan mengenai etika pengutipan yang diungkapkan oleh Mien A. Rifai yaitu harus menyebutkan narasumber dengan cermat.
àMenurut Mien A. Rifai (dalam Khaerudin Kurniawan, 2012: 56), etika pengutipan harus menyebutkan narasumber dengan cermat.




Contoh lain
Dalam Jurnal Manajemen Indonesia(atau blog atau buku) yang terbit 2011, pada halaman 5, terdapat kutipan Umar dalam jurnal tulisan Achmad Syahwier, Cahyaningsih & Deannes Isynuwardhana sebagai berikut tujuan dari riset korelasi (correlation study) adalah untuk menentukan tingkat hubungan variabel-variabel yang berbeda dalam suatu populasi (Umar 1998). Jika Muh. Reza  mengutip pendapat Umar tanpa membaca bukunya kutipan tidak langsung yang benar adalah…
àUmar(dalam Achmad Syahwier, dkk., 2011:5) menyatakan bahwa tujuan dari riset korelasi (correlation study) untuk menentukan tingkat hubungan variabel-variabel yang berbeda dalam suatu populasi





Latihan:
  1. Tulisan Ibrahim (1996: 193) Untuk membaca suatu bahan bacaan ada beberapa cara berdasarkan tujuannya, yaitu…. Dibaca dari buku Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi karangan Aleka A. & Achmad H.P. yang terbit 2010 halaman 165. Jika Umayah akan mengutip pendapat tersebut, bagaimana cara menuliskannya.
  2. Asih Anggarani, dkk. Dalam buku Mengasah Keterampilan Menulis Ilmiah di Perguruan Tinggi, terbit tahun 2006 pada halaman 34, mengungkapkan bahwa kata adalah satuan tata bahasa terkecil yang bebas dan mempunyai makna. Jika Alijawati akan mengutipnya, bagaimana seharusnya?
  3. Dalam Buku berjudul Bahasa Indonesia yang ditulis oleh Cecep Wahyu Hoerudin, dkk. terbit pada tahun 2013, edisi 13 hal. 59, diungkapkan bahwa kalimat efektif adalah kalimat yang memiliki kemampuan untuk menimbulkan kembali gagasan-gagasan pada pikiran pendengar atau pembaca seperti apa yang ada pada pikiran pembaca atau penulis. Jika Muhammad Subhan mengutip pendapat tersebut, bagaimana cara penulisannya yang benar?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar